Malang — Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menjadi narasumber dalam kegiatan Orientasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan di UNIKAMA. Kegiatan ini diikuti oleh 179 mahasiswa PPG dari berbagai bidang studi dan bertujuan membekali calon guru dengan pemahaman mengenai penciptaan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Dalam pemaparannya, Ketua Satgas PPKPT UNIKAMA menyampaikan materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan yang mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Dijelaskan bahwa kekerasan di satuan pendidikan dapat berbentuk kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung unsur kekerasan. Calon guru diharapkan mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan tersebut sejak dini serta menjadikannya sebagai pendidik yang bertanggung jawab menjaga keselamatan dan kesejahteraan peserta didik.

Materi juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang sehat antara guru dan siswa, serta kesadaran akan hubungan kekuasaan yang berpotensi menimbulkan kerentanan. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai pendekatan berperspektif korban termasuk prinsip trauma-informed care, agar guru mampu memberikan respon awal yang tepat, empatik, dan tidak menyalahkan korban.
Pada sesi diskusi, salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana cara agar siswa mau bercerita dan terbuka kepada guru terkait masalah yang dialaminya. Menyanggapi hal tersebut, Ketua Satgas PPKPT UNIKAMA menjelaskan bahwa kunci utama agar siswa bersedia terbuka adalah rasa aman dan kepercayaan. Guru perlu menunjukkan sikap empatik, mendengarkan tanpa menghakimi, serta konsisten dalam menjaga sikap dan tutur kata.

Lebih lanjut disampaikan bahwa guru perlu menciptakan ruang komunikasi yang ramah dan tidak menekan dengan membiasakan dialog dua arah serta menghindari sikap otoriter. Kerahasiaan cerita siswa juga menjadi aspek yang sangat penting, karena siswa akan lebih berani bercerita ketika merasa bahwa informasi pribadinya tidak akan disebarluaskan atau digunakan untuk menyudutkan dirinya. Guru diharapkan tidak memaksa siswa untuk bercerita secara detail, melainkan memberikan dukungan awal dan merujuk pada pihak yang berwenang jika diperlukan.
Melalui kegiatan orientasi ini, UNIKAMA menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, etika, dan empati dalam mencegah serta menangani kekerasan di lingkungan pendidikan. Peran Satgas PPKPT diharapkan dapat menjadi penguat dalam membangun budaya pendidikan yang aman, efektif, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
